3 Pertanyaan Ini Memiliki Jawaban Yang Mencengangkan! - MUKENA LARIZKA

3 Pertanyaan Ini Memiliki Jawaban Yang Mencengangkan!

3 Pertanyaan Ini Memiliki Jawaban Yang Mencengangkan!

Larizka.com - Pada suatu malam yang temaram dengan terangnya separuh bulan, di suatu rumah yang sederhana hidup seorang Bapak bernama Ishak bersama kedua anaknya. Alan dan Zen, itulah nama kedua anaknya. “Bapak mau cerita sesuatu sama kalian,” celetuk Pak Ishak.

Mereka bertiga berjalan menuju teras depan rumah sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi. Baru saja mendudukan badan di atas tikar yang baru digelar, tiba-tiba suara gaduh datang dari arah jalan. Ternyata mereka adalah teman main Alan dan Zen.

Langsung saja Alan memanggil mereka agar bergegas duduk bersama. “Bapakku mau cerita lagi, cepetan sini..! Dengerin bareng.” Seru Alan dari teras rumahnya.

“Ya..” saut Sarif sambil berlari bersama dua anak yang mengikuti di belakangnya (Ali dan Anin).

Berkumpullah mereka siap-siap menyantap cerita yang selalu membuat damai dan tentram di hati mereka. Selain itu, selalu saja ada banyak makna di dalam cerita yang disampaikan oleh Bapaknya Alan.

“Kali ini mau cerita apa Pak?” Tanya Ali kepada Pak Ishak.

Pak Ishak mendeham. “Kali ini akan cukup beda ceritanya” jawabnya dengan nada lembut, “ini tentang pertanyaan dan pernyataan Imam Al-Ghazali yang patut kalian renungkan, bahkan jadikan pegangan dalam hidup.”

Ali, Alan dan yang lain terdiam. Menyimak dengan saksama.

“Sebenarnya ada 6 pertanyaan dan pernyataan Iman Al-Ghazali yang dituturkan kepada murid-muridnya, cuma kali ini Bapak akan sampaikan tiga saja buat kalian.”

Lalu Pak Ishak mulai bercerita dengan intonasi yang pas dan enak didengar oleh Alan dkk, juga dengan ekspresi dan gerak tubuh yang membuat ceritanya semakin hidup.

Suatu ketika, Pak Ishak melanjutkan, Al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya. “Apa yang paling besar di dunia ini?”

Sangat cepat, murid pertama menjawab, “Gunung.”

“Matahari,” sahut murid kedua.

“Bumi,” kata murid ketiga.

Dengan tenang, Al-Ghazali menanggapi jawaban murid-muridnya. “Jawaban kalian benar,” katanya, “tapi menurutku, yang paling besar di dunia ini adalah hawa nafsu.” Kemudian, setelah terdiam sejenak sambil membiarkan murid-muridnya mencerna pernyataannya, beliau kembali bertanya. “Apa yang paling berat di dunia ini?”

“Tumpukan besi,” jawab murid pertama.

“Gulungan besi,” timpal murid kedua.

Murid ketiga tak mau kalah, “Gajah,” katanya.

“Apa yang kalian sampaikan itu benar,” ujar Al-Ghazali, “tapi, kita beda pendapat, karena menurutku yang paling berat di dunia ini adalah memegang amanah.”

Pak Ishak berhenti sejenak, ia meneguk segelas teh hangat yang telah disediakan sejak tadi. Kemudian, ia tarik napas dalam-dalam dan melanjutkan lagi ceritanya.

Imam Al-Ghazali, kata Pak Ishak, bertanya lagi kepada murid-muridnya. “Apakah yang paling dekat dengan kita?”

Seperti sebelumnya, murid pertama yang paling cepat menjawab.

“Pasti orangtua,” katanya.

“Sahabat kita,” seru murid kedua.

Murid ketiga menimpali, “Keluarga kita.”

“Jawaban kalian semuanya benar,” kata Al-Ghazali dengan tenang. Dia menatap satu per satu kepada para muridnya dengan lembut. “Hanya saja, bukan itu yang ku maksudkan. Sekarang, coba kalian camkan baik-baik! Pada hakikatnya, yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian.”

Alan terpana dengan cerita yang dituturkan oleh Bapaknya, begitu pun Zen dan kawan-kawan yang lain. Mereka mulai mencerna setiap makna yang terkandung dalam setiap pertanyaan dan pernyataan Imam Al-Ghazali itu. Seakan-akan mereka sedang mereview satu per satu dari ketiga pertanyaan dan pernyataan itu.

(1) Bahwa tak ada yang paling besar di dunia ini selain hawa nafsu, itu benar. Rasulullah pun menegaskan perang melawan hawa nafsu adalah perang akbar.

(2) Bahwa tak ada yang lebih berat daripada mengemban amanat, itu memang benar. Tak jarang orang terlena dengan amanat yang diembannya dan termakan oleh janji-janjinya sendiri.

(3) Satu yang lebih menohok, bahwa tak ada yang lebih dekat dengan diri kita selain kematian, itu juga benar. Setiap detik kita telah diintai. Kematian itu amat dekat, dan siap datang kapanpun tanpa menunggu kita bilang “siap.”

Ketiga pertanyaan dan pernyataan yang dikisahkan oleh Pak Ishak tadi amat menggoncang hati Alan dan kawan-kawannya. Seakan mereka baru saja disadarkan dari mimpinya yang lama. Benar-benar mereka renungkan sesuai yang disuruh oleh Bapaknya Alan dan Zen, dan mereka bertekad untuk memegangnya sampai kapanpun mereka hidup.

Mengadopsi dari novel “Surat Dahlan,” (Trilogi Novel Sepatu Dahlan) :)

* * *

 

DAPATKAN DISKON BELANJA DI MUKENA LARIZKA

 
Daftarkan email kamu disini, dan dapatkan DISKON Belanja sebesar 10% di Mukena Larizka. *promo terbatas* :)

Powered by Kirim.Email


Bagikan Artikel 3 Pertanyaan Ini Memiliki Jawaban Yang Mencengangkan!


Komentar Untuk 3 Pertanyaan Ini Memiliki Jawaban Yang Mencengangkan!