Drama yang Berulang dari Jaman ke Jaman - MUKENA LARIZKA

Drama yang Berulang dari Jaman ke Jaman

2 bulan yang lalu      Edukasi

💔 Secarik Drama Rumah Tangga 💔

Sebelum akil baligh, seorang anak manusia sudah menjumpai bejibun masalah. Karena itulah yang menempa mental manusia. Jika mampu bertahan dan melewati dengan sukses, maka manusia naik level. Begitu seterusnya. Termasuk ketika seorang manusia dewasa yang telah menikah.

Setiap pasangan suami-istri tentu mendambakan kelahiran anak. Generasi penerus perjuangan orangtua. Pasutri yang sudah menjalani bahtera pernikahan, maka mudah untuk mengatakan bahwa hidup berdua tidaklah mudah, butuh saling pengertian, saling mengedukasi, saling mengingatkan, saling mengalah dan banyak saling yang lain.

Tantangan pernikahan begitu dahsyat. Sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun masih 'kosong', muncul omongan jelek dari kiri-kanan. Mau nggak mau, harus belajar menutup telinga.

Para tukang komentar yang ngomong seenak jidat nggak ngerti gimana perjuangan sepasang suami-istri tersebut selama ini. Ke dokter kandungan A sudah, jalani saran beliau, belum dapet rezeki hamil. Ganti ke dokter B, hasil masih sama. Dilanjut ikhtiar ke pengobatan herbal, atas izin Allah masih juga belum hamil.

Omongan pedes dari sana-sini makin menggila. Kalau ditanggapi bisa stres lahir batin. Tapi faktanya memang begitu. Kita bisa belajar dari situasi seperti itu, bahwa orang yang suka berkomentar seenaknya tidak mengerti perjuangan kita, bahwa orang seperti itu super egois karena nggak mau memahami perasaan suami-istri tersebut.

Ketika Allah mengijabah doa kita. Alhamdulillah 'dua garis'. Perjuangan pun dilanjut dengan berupaya sangat hati-hati dalam menjaga kehamilan. Menjaga mood positif sangat penting. Peran suami begitu besar untuk menjaga kestabilan emosi istri, karena berdampak kepada sang jabang bayi.

Begitu lahir, alhamdulillah, ada yang dikaruniai kesempatan melahirkan dengan normal, ada pula yang harus operasi cesar karena kondisi tertentu. Semuanya perlu disyukuri.

Sang bayi yang telah dididik sejak dalam kandungan, setelah lahir maka dididik pula di dunia. Kenalkan Islam. Ajarkan sholat sedini mungkin. Ajarkan membaca ayat suci Al-Qur'an. Sebagai bekal utama kehidupannya yang mandiri kelak.

Jangan lupa, ajarkan anak-anak untuk sholat.

Biarkan anak-anak memilih mukena favoritnya. Silakan KLIK TULISAN INI.




Komentar Artikel "Drama yang Berulang dari Jaman ke Jaman"